fungsi sistem ekskresi
Human internal organs icon set. Anatomy. Nervous, circulatory, digestive, excretory, urinary,and bone systems. Isolated 3d icons, objects on a transparent background

Apa Fungsi dari Sistem ekskresi

Posted on

Zxtmart.com, Pengertian sistem ekskresi yaitu salah satu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme yang meliputi : gas CO2, limbah nitrogen seperti urea, sisa perombakan sel darah merah seperti bilirubin, sampai kelebihan zat seperti kelebihan air (H2O), dan yang bisa dikeluarkan diantaranya melalui keringat dan juga urin. Kegunaan sistem ekskresi dalam pengeluaran zat – zat tersebut bertujuan agar zat – zat sisa dalam tubuh tidak meracuni organ lainnya yang apabila tidak dikeluarkan akan rusak. Untuk fungsi sistem ekskresi sendiri adalah untuk mengeluarkan zat – zat sisa metabolisme yang apabila tidak dikeluarkan akan dapat menjadi racun bagi tubuh.

Berikut ini beberapa organ pada sistem ekskresi antara lain seperti kulit, paru-paru, hati, dan ginjal. Organ – organ dibawah ini memiliki fungsi serta cara kerja yang berbeda – beda yang dimana memiliki peran penting untuk menyingkirkan zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuhmu.

Ginjal

Yaitu organ utama yang berada di rongga perut bagian belakang dan berada pada kedua sisi tulang belakang manusia. Bentuk ginjal mirip seperti kacang merah, dan warnanya merah kecokelatan. Setiap orang mempunyai sepasang ginjal, namun posisi ginjal kanan sedikit lebih rendah dibanding posisi ginjal kiri karena letaknya yang berdekatan dengan organ hati.

Fungsi ginjal yaitu sebagai penyaring zat sisa yang berasal dari makanan, obat, maupun racun yang ada di dalam darah. Di samping itu, fungsi ginjal juga termasuk untuk mengontrol keseimbangan kadar elektrolit dan cairan dalam tubuh. Apabila tubuh manusia kelebihan mineral atau garam, organ ini akan bekerja untuk membuang kelebihan tersebut. Ginjal akan mengubah zat sisa metabolisme yang terkumpul menjadi urin atau air seni (kencing). Cairan urin kemudian mengalir melalui ureter ke kandung kemih, lalu dibuang ketika kamu buang air kecil.

Kulit

Apakah kalian tau kalau terdapat 3-4 juta kelenjar keringat pada kulit manusia? Semua kelenjar tersebut menyebar di seluruh bagian kulit, tapi ada beberapa bagian tubuh dengan jumlah kelenjar keringat lebih banyak dibandingkan bagian lainnya, Yaitu wajah, telapak tangan, ketiak dan kaki.

Ada 2 jenis kelenjar keringat, yaitu:

  • Kelenjar ekrin, yaitu kelenjar yang terhubung dengan permukaan kulit secara langsung serta menghasilkan keringat yang encer dan tidak berbau.
  • Kelenjar apokrin, yaitu kelenjar yang terdapat pada folikel rambut seperti kulit kepala dan ketiak, serta menghasilkan keringat pekat dengan kandungan lemak.

Lalu, kenapa tubuh menghasilkan keringat? Ya tubuh menghasilkan keringat untuk mengontrol suhu tubuh serta menjadi pelumas bagi kulit dan rambut. Tapi, kelenjar keringat juga memainkan peran untuk membuang racun melalui keringat yang diproduksi atau dihasilkan.

Paru-paru

Yaitu sebagai organ utama pernapasan, organ ini juga berperan penting dalam proses pernapasan berlangsung dan oksigen telah disalurkan ke seluruh organ dan jaringan, sel – sel akan menghasilkan karbon dioksida yang menjadi zat sisa.

Apabila karbon dioksida dibiarkan menumpuk, hal ini dapat membahayakan kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, karbon dioksida akan dibuang dengan cara dibawa kembali ke paru – paru oleh darah. Kemudian, gas tersebut akan dikeluarkan oleh paru – paru melalui rongga hidung ketika kamu mengembuskan atau mengeluarkan napas.

Hati

Tahukah kamu kalau organ hati manusia yaitu organ yang memiliki ukuran besar? Bahkan beratnya bisa mencapai 1 kg. Organ hati sendiri berada tepat di bawah diafragma, atau di bagian kanan atas rongga perut yang berfungsi untuk membuang amonia, yaitu sisa dari proses penguraian protein. Apabila amonia menumpuk di dalam tubuh, maka masalah kesehatan akan muncul seperti gangguan pernapasan dan gangguan ginjal dapat terjadi.

Organ hati mengolah amonia agar menjadi urea, yang kemudian dibuang dari tubuh dengan bantuan ginjal, yaitu dengan cara melalui urin. Disamping amonia, organ hati juga berperan membuang racun maupun sisa lain yang ada di dalam darah. Contohnya karena obat – obatan atau konsumsi alkohol yang berlebihan.

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *