gangguan infeksi bakteri
Infeksi bakteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan demam, batuk, hingga tanda peradangan, seperti nyeri dan pembengkakan, pada penderitanya

Gangguan yang disebabkan oleh Infeksi Bakteri adalah

Posted on

Zxtmart.com, Infeksi bakteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan demam, batuk, hingga tanda peradangan, seperti nyeri dan pembengkakan, pada penderitanya. Bakteri yaitu mikroorganisme bersel tunggal yang dapat ditemukan di air, tanah, bahkan di dalam tubuh manusia. Salah satu bakteri yang ada di dalam tubuh manusia hidup di saluran pencernaan, khususnya usus, yang dimana proses untuk membantu mencerna makanan. Namun, terkadang bakteri juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan dapat menyebabkan terjadinya infeksi yang merupakan gangguan kesehatan akibat bakteri, serta dapat menyerang seluruh organ tubuh.

Penyebab bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui beberapa cara, diantaranya:

  • Menghirup droplet seseorang yang telah terinfeksi
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi atau tercampur bakteri
  • Melakukan kontak dekat, seperti bersentuhan dan ciuman dengan orang yang terinfeksi tersebut
  • Melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi bakteri menular seksual
  • Penularan dari ibu ke anak selama masa kehamilan atau saat persalinan
  • Menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi atau tercampur bakteri
  • Melalui gigitan hewan, seperti contohnya kutu yang menyebabkan penyakit Lyme

Berikut infeksi bakteri disertai akibat dengan penyebabnya:

  • Radang tenggorokan, disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A
  • Infeksi saluran kemih, disebabkan oleh bakteri Escherichia coli yang biasanya hidup didalam usus besar
  • Keracunan makanan akibat bakteri, biasanya disebabkan oleh E. coli, Salmonella, atau Shigella
  • Selulitis, disebabkan bakteri Staphylococcus aureus (MRSA) dan Streptococcus
  • Vaginosis bakterialis, disebabkan adanya pertumbuhan bakteri alami (flora normal) yang berlebihan pada vagina
  • Gonore, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae
  • Klamidia, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis
  • Sifilis, disebabkan bakteri Treponema pallidum yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi
  • Tuberkulosis, disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi paru-paru
  • Batuk rejan, disebabkan adanya bakteri Bordetella pertussis pada saluran pernapasan
  • Pneumonia, disebabkan adanya bakteri Streptococcus pneumoniae atau Mycoplasma pneumoniae
  • Meningitis, disebabkan beberapa jenis bakteri, di antaranya: Streptococcus tipe B, Neisseria meningitidis, Listeria monocytogenes
  • Penyakit Lyme, disebabkan adanya bakteri Borrelia burgdorferi
  • Kolera, disebabkan adanya bakteri Vibrio cholerae dan Vibrio eltor
  • Tetanus, disebabkan adanya bakteri tetanus atau Clostridium tetani
  • Antrax, disebabkan adanya bakteri Bacillus anthracis
  • Demam reumatik, disebabkan oleh bakteri Streptococcus tipe A
  • Tipes atau demam tifoid, disebabkan adanya bakteri Salmonella typhi
  • Demam Q, disebabkan oleh bakteri Coxiella burnetii

Terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi bakteri, yaitu:

  • Mengonsumsi obat kortikosteroid
  • Mengidap penyakit HIV/AIDS
  • Mengidap kanker yang mengganggu fungsi imunitas tubuh
  • Menggunakan alat medis yang ditanam atau dipasang pada tubuhKekurangan nutrisi atau vitamin
  • Berusia lanjut atau sepuh

Gejala infeksi bakteri cukup bervariasi karena tergantung pada bagian tubuh mana yang terinfeksi diantaranya:

  1. Menggigil dan berkeringat secara tidak wajar.
  2. Pembengkakan kelenjar getah bening.
  3. Munculnya nyeri baru atau nyeri yang sudah ada terasa memburuk atau kambuh.
  4. Malaise, yaitu perasaan lelah, tidak nyaman, dan kurang enak badan tanpa diketahui akibat penyebabnya.
  5. Mengalami sakit kepalaKulit menjadi memerah, bengkak, bahkan terasa nyeri.
  6. Gejala gastrointestinal, seperti: mual, muntah, diare, perut atau anus terasa sakit.

Terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis infeksi bakteri, di antaranya :

  • Pemeriksaan fisik dan melihat riwayat kesehatan pasien
  • Tes pewarnaan gram, menggunakan sampel dahak, nanah, atau cairan pada bagian tubuh yang terinfeksi untuk mengidentifikasi bakteri diderita
  • Tes kultur darah, untuk mendeteksi adanya mikroorganisme di dalam darah
  • Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA), untuk mendeteksi adanya bakteri penyebab penyakit tuberkulosis (TB)
  • Tes urine, untuk mendiagnosis  saluran kemih

Beberapa tips untuk membantu mencegah infeksi virus, diantaranya:

  1. Menerapkan gaya hidup sehat, seperti: Membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah atau saat ingin melakukan sesuatu, Menghindari menyentuh wajah, mulut, atau hidung jika belum cuci tangan,
  2. Tidak berbagi peralatan pribadi kepada orang lain, seperti peralatan makanan, gelas, handuk, baju, dan sikat gigi. Memasak makanan hingga matang dengan sempurna dan Mengkonsumsi makanan bernutrisi
  3. Melakukan vaksinasi untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri
  4. Tidak keluar rumah ketika sedang sakit untuk mencegah penularan infeksi kepada orang lain
  5. Melakukan hubungan seksual yang aman, seperti: Menggunakan kondom alat pengaman untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS), Membatasi jumlah pasangan seksual, Tidak menggonta -ganti pasangan seksual, Tidak melakukan seks bebas dan Gunakan masker ketika berada di tempat umum atau menemui orang sakit.

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *