pengertian materi genetik
Materi Genetik adalah substansi yang bisa membawa informasi mengenai genetik pada makhluk hidup yang bisa diturunkan pada generasi turunannya

Pengertian Materi Genetik

Posted on

Zxtmart.com, Materi Genetik adalah substansi yang bisa membawa informasi mengenai genetik pada makhluk hidup yang bisa diturunkan pada generasi turunannya. Pada genetika klasik, proses ekspresi suatu gen ini disebut dengan sifat “ Fenotipe ”. Sedangkan, untuk materi genetik yang menjadi cetak biru (blueprint) disebut “ Genotipe ”.

Berikut dibawah ini, merupakan komponen penyusun materi genetik, diantaranya sebagai berikut :

Kromosom
yang tersusun atas protein dan asam nukleat memiliki 2 jenis asam nukleat yaitu DNA dan RNA. Asam nukleat yang digunakan dalam kromosom yaitu DNA yaitu akronim dari (Deoxyribonucleic acid), yang artinya asam nukleat dengan gula ribosa yang kehilangan satu atom oksigen.

Sedangkan, RNA yaitu akronim dari Ribonucleic acid yang artinya asam nukleat dengan gula ribosa. Selain DNA dan RNA, terdapat komponen penting kromosom lainnya yaitu protein yang berfungsi sebagai penyusun kromosom yaitu protein histon yang berfungsi dalam menjadikan DNA yang sangat panjang dalam sel bisa digulung menjadi kompak dan kecil, jadi masuk kedalam sel.

Kromosom tubuh (autosom)memiliki peran mewariskan sifat-sifat yang berkaitan dengan keseluruhan komponen yang ada didalam tubuh makhluk hidup. Dimana kromosom tubuh meliputi 22 pasang atau berjumlah 44 buah. Sedangkan pada kromosom kelamin cuma berjumlah sepasang atau cuma 2 buah Yaitu kromosom XY menunjukkan jenis kelamin laki-laki, sedangkan kromosom XX menunjukkan kromosom kelamin perempuan.

Gen
Yaitu unit pewarisan sifat terkecil yang bisa diturunkan kepada keturunannya. Definisi atau pengertian gen selalu berubah, tapi sekarang yang sudah disepakati adalah “ Gen yaitu bagian dari sekuens DNA yang mengkodekan RNA atau protein ”.

DNA ialah asam nukleat yang menyusun dari gen di dalam inti sel. Selain itu DNA juga terdapat dalam mitrokondria, kloroplas, sentrol, plastid dan sitoplasma. yang merupakan materi genetik yang membawa informasi tentang biologis dari setiap makhluk hidup dan beberapa virus. DNA dibawa oleh setiap individu ke keturunannya.

Fungsi dan Sifat DNA
Fungsi DNA yaitu sebagai pembawa informasi genetik untuk diwariskan keturunannya dan memiliki peran besar dalam pengaturan sel dengan cara meregulasi pola ekspresi gen yang ada. Dan untuk sifatnya, Jumlah DNA dalam setiap jenis sel selalu tetap, Kandungan yang terdapat dalam DNA sel bergantung pada sifat ploidi atau jumlah kromosom. Dan pada bentuk DNA diantara sel eukariotik dan sel polikariotik juga berbeda. Pada sel eukariotik tampak seperti benang tidak bercabang, sedangkan pada sel prokariotik berbentuk sirkuler.

RNA yaitu makromolekul polinukleotida berupa rantai tunggal atau ganda yang tidak berpilin seperti halnya DNA. Pada RNA banyak terdapat ribosom atau sitoplasma dan keberadaannya tidak tetap atau berubah karena mudah terurai dan harus dibentuk kembali.

Fungsi dan Sifat RNA

RNA memiliki beberapa fungsi yaitu RNA membawa informasi genetik, sedangkan dari DNA ke protein, berperan penting dalam sintesis protein. Sedangkan untuk sifatnya, yaitu RNA memiliki rantai berjumlah tunggal,Rantai RNA tidak memiliki cabang. Selain DNA, kehadiran RNA didalam sel bersifat fleksibel dan jumlahnya selalu berubah, karena sangat erat terkait dengan ekspresi gen.

Berikut perbedaan DNA dan RNA yang dikategorikan berdasarkan bentuk, ukuran, fungsi, letak, jenis komponen gula, jenis basa nitrogen, kuantitas didalam sel dan keberadaannya.

1. Berdasarkan Bentuk dan Ukurannya

DNA memiliki bentuk seperti rantai panjang, ganda, dan berpilin. Sedangkan, bentuk pada RNA memiliki rantai pendek, berjumlah tunggal, dan tidak berpilin.

2. Berdasarkan Fungsinya

Fungsi DNA yaitu sebagai Unit pewarisan sifat dan pembawa informasi yang stabil didalam sel dan secara penuh mengontrol keseluruhan aktivitas yang ada didalam sel. Sedangkan, Fungsi RNA hanya sebagai pembawa informasi genetik yang sifatnya sementara dan sangat berperan penting dalam proses sintesis protein.

3. Berdasarkan Jenis Komponen Gulanya

Pada komponen gulanya memiliki perbedaan, dimana pada DNA mengandung deoksiribosa sedangkan RNA mengandung ribosa.

4. Berdasarkan Letaknya

Dan untuk letaknya DNA berada pada nukleus, kloroplas dan mitokondria. Sedangkan pada RNA terletak pada nukleus, sitoplasma, kloroplas, dan mitokondria.

5. Berdasarkan Kualitasnya

Kuantitas atau jumlah DNA di dalam sel selalu tetap, sedangkan pada RNA berubah – ubah. Dalam hal ini karena dipengaruhi oleh sintesis protein.

6. Berdasarkan Jenis Basa Nitrogennya

Terdapat basa nitrogen yang berbeda pada DNA dan RNA. pada DNA tersusun atas adenin, guanin, sitosin, dan timin. Sedangkan pada RNA tersusun atas adenin, guanin, sitosin, dan urasil. Dan untuk sifatnya sendiri pada DNA permanen dan stabil di dalam sel, sedangkan RNA mudah terurai atau berubah – ubah.

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *